Di dunia akademis dan keagamaan Nusantara, kajian ilmu hadis seringkali dipandang sebagai disiplin teks yang kaku, penuh dengan perangkat metodologi periwayatan sanad yang rumit. Namun, bagi Dr. Khamim, M.Ag., ilmu hadis bukan sekadar artefak keilmuan klasik yang tersimpan rapi di balik jilid-jilid kitab kuning. Ia adalah denyut nadi yang hidup, yang berinteraksi secara dinamis dengan tradisi pesantren, dinamika masyarakat lokal, hingga problem sosial-keagamaan kontemporer.
Lahir di Demak pada 24 Juni 1964, sosok akademisi dan ulama pengasuh pesantren yang kini mengabdikan diri sebagai Dosen PNS dengan jabatan Lektor Kepala (IV/b) di IAIN Kediri ini telah mendedikasikan sebagian besar hidupnya untuk menjembatani antara teks suci hadis dengan realitas empiris umat, khususnya di lingkungan warga Nahdliyyin.
Fondasi Intelektual dan Akar Pesantren
Perjalanan keilmuan Dr. Khamim dibentuk oleh ketekunan panjang di dunia pendidikan tinggi Islam di Jawa Timur. Ia menyelesaikan pendidikan Strata Satu (S-1) di Fakultas Syariah IAIN Sunan Ampel Surabaya dengan konsentrasi Tafsir Hadis pada tahun 1990. Kesadarannya akan pentingnya pendalaman kerangka hukum Islam membawanya kembali ke almamater yang sama untuk menempuh jenjang Magister (S-2) Dirosah Islamiah konsentrasi Syariah, yang diselesaikannya pada tahun 2001.
Tidak berhenti di situ, kecintaannya yang mendalam terhadap disiplin ilmu hadis mendorongnya untuk mengambil Program Doktor (S-3) Dirasah Islamiyah dengan konsentrasi khusus Hadis di tempat yang sama, dan berhasil meraih gelar doktor pada tahun 2013. Bekas-bekas didikan intelektual yang kuat ini membentuk landasan berpikirnya yang memadukan ketelitian metodologis klasik dengan pendekatan sosiologis-fenomenologis modern.
Dalam kesehariannya, Dr. Khamim bertempat tinggal di Dusun Gading, Desa Gadingmangu, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang—sebuah kawasan kultural yang kental dengan nuansa santri. Kedekatannya dengan akar rumput pesantren dan masyarakat menjadikannya figur akademisi yang tidak hanya duduk di menara gading kampus, melainkan turun langsung membersamai umat.
Khidmat Kepesantrenan: Pengabdian di Ma’had Aly Pondok Pesantren Darul Ulum
Selain berkiprah di perguruan tinggi negeri, pengabdian Dr. Khamim di dunia pendidikan Islam tinggi berbasis pesantren juga diwujudkan melalui posisinya sebagai Wakil Mudir Bidang Akademik Ma’had Aly Pondok Pesantren Darul Ulum Rejoso, Peterongan, Jombang.
Melalui peran strategis ini, beliau turut memegang kendali dalam merumuskan arah kebijakan kurikulum, menjaga kualitas tradisi keilmuan turats, serta mengarahkan para mahasantri agar memiliki kedalaman pemahaman keislaman yang komprehensif. Kehadirannya di Ma’had Aly Darul Ulum memperkuat posisi beliau sebagai seorang kiai sekaligus akademisi yang sukses memadukan tradisi pendidikan pesantren salaf dan nalar akademik modern secara harmonis.
Khidmat Organisasi dan Kepemimpinan Sosial
Kepakaran Dr. Khamim di bidang fikih dan hadis diakui secara luas oleh masyarakat di tingkat lokal. Hal ini dibuktikan dengan dipercayanya ia untuk memegang sejumlah posisi strategis di organisasi keagamaan dan kemasyarakatan:
- Ketua Lembaga Bahtsul Masail (LBM) MWC NU Kecamatan Perak, Jombang (2021–2025). Dalam posisi ini, ia memimpin para kiai dan tokoh lokal untuk memecahkan berbagai persoalan kontemporer (waqi’iyyah) menggunakan koridor metodologis turats (kitab kuning) dan bahtsul masail ala Nahdlatul Ulama.
- Koordinator Bidang Penelitian Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Perak, Jombang (2022–2026), di mana ia mengarahkan penguatan riset keagamaan dan sosial kemasyarakatan di tingkat kecamatan.
Produktivitas Intelektual: Buku dan Kitab Rujukan
Sebagai seorang ilmuwan hadis, Dr. Khamim sangat produktif menelurkan karya tulis baik berupa buku ajar, monograf, maupun terjemahan karya ulama besar dunia Islam yang sangat dibutuhkan di perguruan tinggi maupun pesantren. Beberapa karya bukunya yang monumental antara lain:
- Mengkaji Hadis di Pesantren Salaf (STAIN Kediri Press, 2015) — Buku ini memotret secara mendalam bagaimana tradisi pengajaran dan pengamalan hadis dipertahankan dan ditransmisikan di lingkungan pesantren salaf.
- Metode Takhrij Al-Hadith dan Penelitian Sanad Hadis (Imtiyaz Surabaya, 2015) — Sebuah karya terjemahan penting dari kitab rujukan klasik Usul al-Takhrij wa Dirasat al-Asanid karya ulama hadis kontemporer Mahmud Al-Tahhan, yang disajikan untuk memudahkan akademisi Nusantara melacak keotentikan hadis.
- Ilmu Balaghah (IAIN Kediri Press, 2018) — Buku penunjang esensial dalam memahami seni sastra bahasa Arab yang menjadi kunci utama dalam mengkaji teks-teks keislaman secara mendalam.
Menghidupkan Hadis dalam Realitas Sosial (Living Hadith)
Salah satu keunggulan akademik Dr. Khamim adalah konsistensinya dalam mengembangkan pendekatan Living Hadith—sebuah studi tentang bagaimana teks hadis dihayati, dipraktikkan, dan dilembagakan dalam bentuk tradisi riil di tengah masyarakat. Hal ini tercermin dari deretan artikel jurnal ilmiah bereputasi yang ditulisnya:
- Kajian Pesantren dan Tradisi Lokal: Dalam artikelnya Kontribusi Pesantren Salaf Dalam Memperkuat Islam Ahl al-Sunnah wa al-Jamaah di Kediri (Realita, 2015) dan Tradisi Menghafal Hadis Di Pesantren Al-Fatah, Temboro Karas Magetan (UNIVERSUM, 2018), ia mengupas bagaimana institusi pendidikan tradisional menjaga kemurnian dan amalan sunnah secara turun-temurun.
- Fenomenologi Keagamaan Masyarakat: Melalui karya tulis bertajuk Living Hadis : Permintaan Persaksian dan Pembebasan Hutang Mayit dalam Tradisi Upacara Pemberangkatan Jenazah (Universum, 2016), ia meneliti kearifan lokal masyarakat dalam memandang kewajiban moral orang yang telah wafat berdasarkan perspektif kenabian.
- Kritik dan Analisis Kritis Kitab Kuning: Ia juga menulis kajian kritis seperti Kajian Kritis atas Hadis-Hadis dalam Kitab Ta’lim al-Muta’allim (UNIVERSUM, 2019) serta menyoroti dinamika literasi keagamaan warga Nahdliyyin dalam artikel Penyebutan Dan Penggunaan Hadith Persepektif Masyarakat Nahdiyyin (Dialogia, 2019).
- Transformasi Digital dalam Hadis: Di era modern, Dr. Khamim tetap adaptif, yang tercermin dalam risetnya berjudul Tracking Legal Basis Through Takhrij Hadis Digital Software (Dialogia, 2021), yang meneliti penggunaan teknologi digital dalam penelusuran hukum Islam di tingkat akar rumput.
Rekam Jejak Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM)
Komitmen Dr. Khamim terhadap Tri Dharma Perguruan Tinggi juga dibuktikan melalui perolehan pendanaan riset kompetitif dan program pengabdian masyarakat yang bersumber dari DIPA institusi resmi:
- Penelitian Kompetitif:
- Menjadi Koordinator Penelitian DIPA STAIN Kediri (2018) bertajuk Takhrij al-Hadith Terhadap Hadis-Hadis Dalam Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas X, XI dan XII bersama anggota tim Dr. H. Ali Anwar, M.Ag. dan H. Qomarus Zaman, Lc., M.Pd.I. dengan anggaran Rp50.000.000
- Penelitian Pengembangan Program Studi Penutupan Lapak Jual Beli Ketika Waktu Shalat di Kampung Madinah Temboro Magetan (Studi Living Hadis) bersama Hisbulloh Hadziq (DIPA IAIN Kediri, 2019) senilai Rp18.000.000.
- Pengabdian Masyarakat (PkM): Aktif membina masyarakat melalui program Penguatan Tradisi Pembacaan Sholawat al-Dhiba’i pada Warga Nahdliyyin Dusun Gading-Mlaten Desa Gadingmangu Perak Jombang (2015) serta Penguatan, Pemahaman dan Penggunaan Hadis Sebagai Dasar Keberagamaan Pada Masyarakat Nahdiyyin (2017).
Melalui ketekunan ilmiah, kepemimpinan strategis di Ma’had Aly Pondok Pesantren Darul Ulum, khidmat keagamaan di tingkat lokal, serta karya-karya akademisnya yang tajam namun membumi, Dr. Khamim, M.Ag. telah membuktikan bahwa seorang intelektual Muslim dapat berdiri kokoh di atas bangunan metodologi teks yang mapan, sekaligus hadir sebagai pencerah dan pelayan umat di tengah dinamika zaman.

