Ketentuan Pengiriman Tulisan Pustara ID

Pustara ID – Pustaka Nusantara menerima tulisan dari akademisi, peneliti, mahasiswa, santri, praktisi, maupun masyarakat umum yang memiliki perhatian terhadap kajian Al-Quran, tafsir, Ulumul Quran, khazanah keislaman, dan studi Islam.

Setiap tulisan yang masuk akan melalui proses verifikasi dan penyuntingan oleh tim redaksi sebelum diterbitkan. Redaksi berhak menolak naskah yang tidak sesuai dengan standar editorial Pustara ID, termasuk tulisan yang mengandung plagiarisme, informasi palsu, ujaran kebencian, diskriminasi, propaganda konflik SARA, maupun konten lain yang bertentangan dengan prinsip keilmuan dan etika publikasi.

Ketentuan Umum

  1. Naskah memiliki panjang sekitar 500 – 1.000 kata.
  2. Naskah dikirim dalam format Microsoft Word (.doc atau .docx) melalui kanal pengiriman naskah yang disediakan Pustara ID.
  3. Judul naskah harus jelas, menarik, dan menggambarkan isi pembahasan.
  4. Penulis yang pertama kali mengirimkan tulisan wajib menyertakan biodata singkat, meliputi:
    • nama lengkap;
    • foto profil;
    • institusi atau afiliasi;
    • pekerjaan;
    • bidang atau minat kajian;
    • akun media sosial atau kontak yang dapat dihubungi, jika diperlukan.
  5. Naskah menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan mudah dipahami.
  6. Penulis harus memperhatikan penggunaan tanda baca, huruf kapital, istilah asing, serta transliterasi Arab-Latin secara konsisten.
  7. Istilah atau bahasa asing dapat ditulis dengan huruf miring (italic) sesuai kaidah penulisan.
  8. Redaksi berhak melakukan penyuntingan terhadap judul, struktur kalimat, ejaan, tata bahasa, dan bagian lain tanpa mengubah substansi utama tulisan.
  9. Apabila diperlukan perubahan substansial, redaksi dapat menghubungi penulis untuk melakukan revisi.
  10. Keputusan penerbitan sepenuhnya berada di tangan redaksi Pustara ID.

Ruang Lingkup Tulisan

Pustara ID menerima tulisan yang berkaitan dengan:

  • Tafsir Al-Quran;
  • Tafsir Tahlili;
  • Tafsir Tematik;
  • Tafsir Ahkam;
  • Tafsir Tarbawi;
  • Tafsir Ekologi;
  • Tafsir Kebangsaan;
  • Tafsir Isyari;
  • Tafsir Surah;
  • Ulumul Quran;
  • Ilmu Tajwid;
  • Mushaf dan manuskrip Al-Quran;
  • Kisah dalam Al-Quran;
  • Doa-doa Al-Quran;
  • Tradisi dan Living Quran;
  • Kajian Al-Quran kontemporer;
  • Tokoh dan pemikiran mufasir;
  • sejarah perkembangan tafsir;
  • khazanah Islam dan tradisi intelektual Nusantara;
  • serta isu-isu aktual yang dikaji melalui perspektif Al-Quran dan tafsir.

Penulisan Ayat, Hadis, dan Teks Arab

  1. Ayat Al-Quran, hadis, doa, dan kutipan kitab berbahasa Arab dianjurkan ditulis menggunakan teks Arab yang benar dan dapat dilengkapi harakat.
  2. Ayat Al-Quran yang dikutip harus dilengkapi dengan terjemahan bahasa Indonesia.
  3. Untuk tulisan yang membahas doa atau bacaan praktis, sebaiknya dicantumkan:
    • teks Arab;
    • transliterasi Latin;
    • terjemahan.
  4. Kutipan langsung dari kitab tafsir berbahasa Arab sebaiknya disertai terjemahan agar dapat dipahami pembaca secara luas.
  5. Penulis bertanggung jawab memastikan ketepatan teks Arab, ayat, hadis, dan terjemahan yang digunakan.

Penulisan Huruf Miring

Huruf miring (italic) digunakan antara lain untuk:

  1. istilah asing yang belum diserap ke dalam bahasa Indonesia;
  2. transliterasi kata atau ungkapan bahasa Arab tertentu;
  3. judul kitab;
  4. judul buku;
  5. judul artikel;
  6. nama jurnal, koran, atau majalah;
  7. istilah khusus yang membutuhkan penegasan sesuai kaidah penulisan.

Ketentuan Referensi

Al-Quran

Setiap kutipan ayat wajib menyebutkan nama surah dan nomor ayat.

Contoh:

Q.S. Al-Fatihah [1]: 3

atau

Q.S. Al-Baqarah [2]: 183

Kitab dan Buku

Referensi dari kitab atau buku minimal mencantumkan:

Nama penulis, judul kitab/buku, jilid atau volume jika ada, serta halaman.

Jika sumber tersedia secara daring, penulis dianjurkan mencantumkan tautannya.

Hadis

Hadis yang dikutip harus mencantumkan sumber periwayatannya, misalnya:

  • Shahih al-Bukhari;
  • Shahih Muslim;
  • Sunan Abu Dawud;
  • Sunan al-Tirmidzi;
  • Sunan al-Nasa’i;
  • Sunan Ibn Majah;
  • atau kitab hadis lainnya.

Jika memungkinkan, sertakan nomor hadis atau informasi lain yang memudahkan proses verifikasi.

Jurnal Ilmiah

Referensi jurnal minimal mencantumkan:

  • nama penulis;
  • judul artikel;
  • nama jurnal;
  • tahun penerbitan.

Volume, nomor, halaman, DOI, dan tautan artikel sangat dianjurkan jika tersedia.

Website dan Sumber Daring

Sumber dari website wajib mencantumkan nama sumber dan tautan halaman yang dirujuk.

Gunakan sumber yang memiliki kredibilitas dan dapat dipertanggungjawabkan.

Video dan Media Digital

Apabila menggunakan video YouTube, podcast, rekaman ceramah, atau sumber audiovisual lainnya, penulis wajib mencantumkan judul, nama kanal atau pembicara, serta tautan sumber.

Orisinalitas Tulisan

  1. Naskah harus merupakan karya asli penulis.
  2. Naskah tidak boleh mengandung plagiarisme.
  3. Penulis wajib menyebutkan sumber setiap gagasan, data, atau kutipan yang berasal dari pihak lain.
  4. Artikel yang pernah diterbitkan di media lain tidak dapat dikirimkan sebagai tulisan baru, kecuali terdapat kesepakatan khusus dengan redaksi.
  5. Penulis tidak diperkenankan mengirimkan satu naskah yang sama secara bersamaan ke Pustara ID dan media lain selama masih dalam proses penilaian redaksi.

Proses Editorial

Setelah naskah diterima, redaksi dapat melakukan:

  1. pemeriksaan kesesuaian tema;
  2. pemeriksaan orisinalitas;
  3. verifikasi sumber dan referensi;
  4. penyuntingan bahasa;
  5. penyesuaian struktur tulisan;
  6. penyuntingan judul dan subjudul;
  7. optimasi keterbacaan dan penyajian digital;
  8. penyesuaian internal link dan kategori;
  9. penambahan elemen pendukung editorial apabila diperlukan.

Redaksi berhak menerima, meminta revisi, menunda, maupun menolak naskah berdasarkan pertimbangan editorial.

Hak Publikasi

Tulisan yang telah diterbitkan tetap mencantumkan nama penulis sebagai pemilik karya.

Tulisan yang terbit di Pustara ID dapat dibagikan kembali untuk kepentingan edukasi dan penyebaran ilmu dengan tetap mencantumkan:

nama penulis, Pustara ID – Pustaka Nusantara, serta tautan menuju artikel asli.

Dilarang menerbitkan ulang keseluruhan artikel untuk kepentingan komersial tanpa izin dari penulis dan/atau Pustara ID.

Prinsip Editorial Pustara ID

Pustara ID mengutamakan tulisan yang:

  • memiliki dasar keilmuan yang dapat dipertanggungjawabkan;
  • menggunakan sumber dan literatur yang jelas;
  • berpijak pada literatur tafsir dan pandangan ulama yang otoritatif;
  • disampaikan dengan bahasa yang santun;
  • tidak provokatif;
  • tidak diskriminatif;
  • tidak menyebarkan kebencian;
  • memberikan manfaat bagi pembaca;
  • serta mampu menghadirkan kajian Al-Quran secara kontekstual tanpa meninggalkan prinsip keilmuan.

Melalui ruang kontributor ini, Pustara ID – Pustaka Nusantara berharap dapat menjadi wadah bersama untuk mengembangkan literasi Al-Quran dan tafsir serta memperkaya khazanah keilmuan Islam di Nusantara.